Senin, 03 September 2012

Anatomi dan Fisiologis Sistem Urinaria


Sistem Urinaria

1. PENDAHULUAN
      Sistem Urinaria adalah Suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bekas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih).
      Dan Sistem Urinaria terdiri dari organ-organ yang memproduksi urine dan mengeluarkannya dari tubuh. System ini merupakan salah satu system utama untuk mempertahankan homeostatis (kekonstanan lingkungan internal).

a. Susunan Sistem Urinaria

      Sistem Urinaria terdiri dari 2 ginjal yang memproduksi urine, 2 ureter yang membawa urine ke dalam sebuah kandung kemih untuk penampungan sementara dan uretra yang mengalirkan urine keluar tubuh melalui orifisium uretra eksternal.

1. Ginjal (Ren)
            Adalah suatu kelenjar yang terdapat pada bagian belakang dari kavum abdominalis dibelakang peritoneum di samping kiri kanan vertebra lumbalis III, melekat langsung pada dinding belakang abdomen. Ginjal kanan terletak agak kebawah jika dibandingkan dengan ginjal kiri karena terdapat organ hati pada sisi kanan.
            Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5cm dan tebalnya 2,5cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Setiap ginjal memiliki berat antara 125 sampai 175 gram pada laki-laki dan 115 sampai 155 gram pada perempuan.

Fungsi ginjal yaitu :
a.  Pengeluaran zat sisa organic.ginjal mengekresi urine, asam urat, keratin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormon.
b.   Penganturan konsentrasi ion-ion penting. Ginjal mengekresi ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat dan fosfat. Ekresi ion-ion ini seimbang dengan asupan dan eksresinya melalui rute lain, seperti pada saluran gastrointestinal atau kulit.
c.    Pengaturan keseimbangan asam-asam tubuh. Ginjal mengendalikan eksresi ion hydrogen (H+) bikarbonat (HCO3), dan ammonium (NH4+) serta memproduksi urine asam atau basa, bergantung pada kebutuhan tubuh.
d.    Pengaturan produksi sel darah merah. Ginjal melepas eritropoletin, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.
e.   Pengaturan tekanan darah. Ginjal mengatur volume cairan yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim renin. Renin adalah komponen penting dalam mekanisme renin – angiotensinaldosteron, yang meningkatkan tekanan darah dan retensi air.
f.    Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah. Ginjal, melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrasi nutrient dalam darah.
g.     Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan, atau zat kimia asing lain dari tubuh.

Setiap ginjal diselubungi oleh 3 lapisan jaringan ikat antara lain:
a.  Fasia renal adalah pembungkus terluar. Pembungkus ini melabuhkan ginjal pada struktur disekitarnya dan mempertahankan posisi organ.
b.   Lemak perirenal adalah jaringan adiposa yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya.
c.  Kapsul fibrosa (ginjal) adalah membrane halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dengan mudah dilepas.

Stuktur internal ginjal
a.  hilus (hilum) adalah tingkat kecekungan tepi medial ginjal.
b. sinus ginjal adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini membentuk perlekatan untuk jalan masuk dan keluar ureter. Vena dan arteri renalis, saraf dan limpatik.   
c. pelvis ginjal adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut menjadi 2 sampai 3 kaliks mayor yaitu rongga yang mencapai glandular, bagian penghasil urine pada ginjal. setiap kaliks mayor bercabag menjadi beberapa (8 sampai 18) kaliks minor.
d. parenkim ginjal adalah jaringan ginjal yang menyelubungi struktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi menjadi medulla dan korteks luar.
      1. medulla terdiri dari massa-massa triangular yang di sebut piramida ginjal. Ujung yang sempit dari setiap piramida papilla masuk dengan pas dalam kaliks minor dan ditembus mulut duktus pengumpul urine.
      2. korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang merupakan unit stuktural dan fungsional ginjal korteks terletak di dalam di antara piramida-piramida medulla yang bersebelahan untuk membentuk kolumna ginjalyang terdiri dari tubulus-tubulus pengumpul yang mengalir kedalam duktus pengumpul.
e. ginjal terbagi-bagi lagi menjadi lobus ginjal . setiap lobus terdiri dari satu piramida ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.

Struktur nefron.  
Satu ginjal mengandung 1 sampai 4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine. Setiap nefron memiliki satu komponen vaskuler (kapiler) dan satu komponen tubular
a. glomerulus adalah gulungan kapiler yang dikelilingi kapsul epitel berdinding ganda disebut kapsul bowman . glomerulus dan kapsul bowman bersama-sama membentuk sebuh korpuskel ginjal.
1. lapisan viseral kapsul bowman adalah lapisan internal epithelium. Sel-sel lapisan viseral dimodifikasi menjadi podosit ("sel seperti kaki"), yaitu sel-sel epitel khusus disekitar kapiler glomerulus.
a. setiap sel podosit melekat pada permukaan luar kapiler glomerulus melalui beberapa prosesus primer panjang yang mengandung prosesus sekunder yang disebut prosesus kaki atau pedikel ("kaki kecil").
b. pedikel berinterdigitasi (saling mengunci) dengan prosesus yang sama dari podosit tetangga. Ruang sempit antar pedikel-pedikel yang berinterdigitasi disebut filtration slits (pori-pori dari celah) yang lebarnya sekitar 25mm. setiap pori dilapisi selapis membrane tipis yang memungkinkan aliran beberapa molekul dan menahan aliran molekul lainnya.
c. barier filtrasi glomerular adalah barier jaringan yang memisahkan darah dalam kapiler glomerular dari ruang dalam kapsul bowman. Barier ini terdiri dari endothelium kapiler, membrane dasar (lamina basalis)kapiler, dan  filtration slit    

2. lapisan parietal kapsul bowman membentuk tepi terluar korpuskel ginjal.
a. pada kutub vaskuler korpuskel ginjal, arteriola aferen masuk ke glomerulus dan anteriol eferen keluar dari glomerulus.
b. pada kutub urinarius korpustel ginjal, glomerulus memfiltrasi aliran yang masuk ke tubulus kontortus proksimal.     

b. tubulus kontortus proksimal panjangnya mencapai 15 mm dan sangat berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epithelial kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan memperluas area permukaan lumen.

c. ansa hanle tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa handle yang masuk kedalam medulla, membentuk lingkungan jepit yang tajam (lekukan) dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa handle.
      a. nefron korteks terletak di bagian terluar korteks. Nefron ini memiliki lekukan pendek yang memanjang ke sepertiga bagian atas medulla .
      b. nefron jukstamedular terletak di dekat medulla. Nefron ini memiliki lekukan panjang yang menjulur kedalam piramida medulla.

d. tubulus kontortus distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5mm dan membentuksegmen terakhir nefron.
a. disepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan dengan dinding arterior aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol mengandung sel-sel termodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa berfungsi sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan ion natrium.
b. dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa mengandung sel-sel otot polos termodifikasi yang di sebut sel jukstaglomerular. Sel ini distimulasi melalui penurunan tekanan darah untuk memproduksi renin
c. macula densa, sel jukstaglomerular, daan sel mesangium saling bekerja sama untuk membentuk apparatus jukstaglomerular yang penting dalam pengaturan tekanan darah.

e. tubulus dan duktus pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul berdesenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk duktus pengumpul besar yang lurus. Duktus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang mengalirkan urine ke dalam kaliks minor. Kaliks minor bermuara ke dalam pelvis ginjal melalui kaliks mayor. Dari pelvis ginjal, urine dialirkan ke ureter yang mengarah kekandung kemih.

2. Ureter
      Adalah perpanjangan tubular berpasangan dan berotot dari pelvis ginjal yang merentang sampai kandung kemih.
      Setiap ureter panjangnya antara 25cm sampai 30cm dan berdiameter 4mm sampai 6mm. saluran ini menyempit di tiga tempat, yaitu : di titik asal ureter pada pelvis ginjal, dititik saat melewati pinggiran pelvis, dan dititik pertemuannya dengan kandung kemih. Batu ginjal dapat tersangkut dalam ureter di ketiga tempat ini, mengakibatkan nyeri dan disebut kolik ginjal.
      Dinding ureter terdiri dari 3 lapisan jaringan, yaitu: lapisan terluar yaitu lapisan fibrosa, di tengah adalah muskularis longitudinal kearah dalam dan otot polos sirkular kearah luar, dan lapisan terdalam adalah epithelium mukosa yang mengsekresi selaput mucus pelindung.
      Lapisan otot memiliki aktivitas peristaltic intrinsic. Gelombang peristalsis mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.
 
3. Kandung Kemih (Vesika Urinaria)
      Adalah organ muscular berongga yang berfungsi sebagai container penyimpan urine.
a. lokasi : pada laki-laki, kandung kemih terletak tepat di belakang simpisis pubis dan didepan rectum. Pada perempuan, organ ini terletak agak dibawah uterus didepan vagina. Ukuran organ ini sebesar kacang kenari dan terletak dipelvis saat kosong, organ berbentuk seperti buah pir dan dapat mencapai umbilicus dalam rongga abdominopelvis jika penuh berisi urine.
b. stuktur : kandung kemih ditopang dalam rongga pelvis dengan lipatan-lipatan peritoneum dan kondensasi fasta.

1. dinding kandung kemih terdiri dari 4 lapisan, yaitu:
a. serosa adalah lapisan terluar. Lapisan ini merupakan perpanjangan lapisan peritoneal rongga abdominopelvis dan hanya ada di bagian atas pelvis.
b. otot destrusor adalah lapisan tengah. Lapisan ini tersusun dari berkas-berkas otot polos yang satu sama lain saling membentuk sudut. Ini untuk memastikan bahwa selama urinasi, kandung kemih akan berkontraksi dengan serempak ke segala arah.
c. submukosa adalah lapisan jaringan ikat yang terletak dibawah mukosa dan menghubungkannya dengan muskularis.
d. mukosa adalah lapisan terdalam. Lapisan ini merupakan lapisan epitel yang tersusun dari epithelium transisional. Pada kandung kemih yang rileks, mukosa membentuk ruga (lipatan-lipatan), yang akan memipih dan mengembang saat urine berakumulasi dalam kandung kemih.

2. trigonum adalah area halus, triangular, dan relative tidak dapat berkembang yang terletak secara internal dibagian dasar kandung kemih. Sudut-sudutnya terbentuk dari tiga lubang. Di sudut atas trigonum, dua ureter bermuara ke kandung kemih. Uretra keluar dari kandung kemih di bagian apeks trigonum.   

4. Uretra
      Mengalirkan urine dari kandung kemih ke bagian eksterior tubuh.
a. pada laki-laki, uretra membawa cairan semen dan urine, tetapi tidak pada waktu yang bersamaan. Uretra laki-laki panjangnya mencapai 20cm dan melalui kelenjar prostat dan penis
1. uretra prostatik dikelilingi oleh kelenjar prostat. Uretra ini menerima dua duktus ejaculator yang masing-masing terbentuk dari penyatuan duktus deferen dan duktus kelenjar vesikal seminal, serta menjadi tempat bermuaranya sejumlah duktus dari kelenjar prostate.
2. uretra membranosa adalah bagian yang terpendek (1cm sampai 2cm). bagian ini berdinding tipis dan dikelilingi otot rangka sfingter uretra eksternal.
3. uretra cavernous (penile, bersepons) merupan bagian yang terpanjang. Bagian ini menerima duktus kelenjar bulbouretra dan merentang sampai orifisiuna uretra eksternal pada ujung penis., uretra membesar untuk membentuk suatu dilatasi kecil,  fosa navicularis uretra kavernus dikelilingi korpus spongiosum yaitu suatu kerangka ruang vena yang besar.

b. uretra pada perempuan, berukuran pendek (3,75cm) saluran ini membuka keluar tubuh melalui orifisium uretra eksternal yang terletak dalam vestibulum antara klitoris dan mulut vagina. Kelenjar uretra yang homolog dengan kelenjar prostat pada laki-laki, bermuara kedalam uretra

c. panjangnya uretra laki-laki cenderung menghambat invasi bakteri ke kandung kemih (sistitis) yang lebih sering terjadi pada perempuan.

5. Perkemihan (urinasi)
bergantung pada inervasi parasimpatis dan simpatis juga impuls saraf volunter. Pengeluaran urine membutuhkan kontraksi aktif otot destrusor
            bagian dari otot trigonum yang mengelilingi jalan keluar uretra berfungsi sebagai sfingter uretra internal yang menjaga saluran tetap tertutup otot ini diinervasi oleh neuron parasimpatis.
Sfingter uretra eksternal terbentuk dari serabut otot rangka dari otot perineal transversa yang berada dibawah kendali volunter. Bagian pubokoksigeus pada otot levator ani juga berkontribusi dalam pembentukan sfingter.

            Refleks perkemihan terjadi pada peregangan kanung kemih sampai sekitar 300 ml sampai 400ml urine menstimulasi reseptor peregang pada dinding kandung kemih.
a. impuls pada medulla spinalis dikirim ke otak dan menghasilkan impuls parasimpatis yang menjalar melalui saraf spanknik pelvis ke kandung kemih.
b. reflek perkemihan menyebabkan kontraksi otot detrusor: relaksasi sfingter internal dan eksternal mengakibatkan pengosongan kandung kemih.
c. pada laki-laki, serabut simpatis menginervasi jalan keluar uretra dan mengkonstriksi jalan tersebut untuk mencegah refluks semen kedalam kantung kemih saat orgasme.

Pencegahan refluks perkemihan melalui kendali volunter sfingter eksternal adalah respons yang dipelajari.
a. pencegahan volunter bergantung pada integritas saraf terhadap kandung kemih dan uretra, traktus yang keluar dari medulla spinalis menuju dan dari otak dan area motorik serebrum. Cedera pada lokasi ini dapat menyebabkan inkontinensia.
b. kendali volunter urinasi ("latihan toileting") adalah respons yang dapat dipelajari. Hal ini tidak dapat dilatih pada SSP yang imatur dan sebaiknya ditunda sampai paling tidak berusia 18bulan         

2. PEMBENTUKAN URINE
          Ginjal memproduksi urin yang mengandung zat sisa metabolic dan mengatur komposisi cairan tubuh melalui 3 proses utama : filtrasi glomerulus, reabsorps tubulus, dan sekresi tubulus.
a. filtrasi glomerulus adalah perpindahan cairan dan zat terlarut dari kapiler glomerular dalam gradient tekanan tertentu kedalam kapsul bowman filtrasi ini dibantu oleh factor-faktor sbb:
1. membrane kapiler glomerular lebih permeable dibandingkan kapiler lain dalam tubuh sehingga filtrasi berjalan dengan sangat cepat
   2. tekanan darah dalam kapiler glomerular lebih tinggi dibandingkan tekanan darah dalam kapiler lain karena diameter arteriol eferen lebih kecil dibandingkan diameter arteriol aferen .
b.  reabsorps tubulus sebagian besar filtrate (99%)secara selektif direabsorsi dalam tubulus ginjal melalui difusi pasif gradient kimia atau listrik, transport aktif terhadap gradient tsb, atau difusi terfasilitasi sekitar 85% natrium klorida dan air serta semua glukosa dan asam amino pada filtrate glomerulus diabsorsi dalam tubulus kontortus proksimal, walaupun reabsorsi berlangsung pada semua bagian nefron.
c. mekanisme sekresi tubulus adalah proses aktif yang memindahkan zat keluar dari darah dalam kapiler peritubular melewati sel-sel tubular menuju cairan tubular untuk dikeluarkan dalam urin. Sekresi tubular merupakan suatu mekanisme yang penting untuk mengeluarkan zat-zat kimia asing atau tidak di inginkan
           
3. KARAKTERISTIK URINE
a. Komposisi. Urine terdiri dari 95% air dan mengandung zat terlarut sbb:
1. zat buangan nitrogen meliputi urea dari deaminasi protein, asam urat pada katabolisme atau nukleat, dan kreatinin dari proses penguraian kreatin fosfat dalam jaringan otot.
2. asam hipurat adalah produk sampingan pencernaan sayuran dan buah
3. badan keton yang dihasilkan dalam metabolisme lemak adalah konstituen normal dalam jumlah kecil.
4. elekrolit meliputi ion natrium, klor, kalium, ammonium, sulfat, fosfat, kalsium dan magnesium.
5. hormon atau katabolit hormon ada secara normal dalam urine
6. berbagai jenis toksin atau zat kimia asing, pigmen, vitamin atau enzim secara normal ditemukan dalam jumlah kecil
7. konstituen abnormal meliputi albumin, glukosa, sel darah merah, sejumlah besar badan keton, zat kapur (terbentuk saat zat mengeras dalam tubulus dan dikeluarkan) dan batu ginjal atau kalkuli.

b. sifat fisik
1. warna urine encer berwarna kuning pucat, dan kuning pekat jika kental, urine segar biasanya jernih dan menjadi keruh jika didiamkan
2. bau urine mempunyai bau yang khas dan cenderung berbau ammonia jika didiamkan. Bau ini dapat berfariasi sesuai dengan diet; misalnya, setelah makan asparagus. Pada diabetes yang tidak terkontrol, aseton menghasilkan bau manis pada urine.
3. asiditasatau alkalinitas pH urine bervariasi antara 4,8 sampai 7,5 dan biasanya sekitar 6,0 tetapi juga tergantung pada diet, ingesti makanan yang berprotein tinggi akan meningkatkan asidita, sementara diet sayuran meningkat alkalinitas.
4. berat jenis urine berkisar antara 1,001 sampai 1,035 bergantung pada konsentrasi urin.

4. GANGGUAN SISTEM URINARIA
a. sistitis adalah inflamasi kandung kemih. Inflamasi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (biasanya eschericia coli) yang menyebar dari uretra atau karena respons alergik atau akibat iritasi mekanis pada kandung kemih. Gejalanya adalah sering berkemih dan nyeri (disuria) yang disertai darah dalam urine (hematuria)

b. glomerulonefritis adalah inflamasi nefron, terutama pada glomerulus
   1. glomerulonefritis akut seringkalim terjadi akibat respons imun terhadap toksin bakteri tertentu (kelompok streptokokus beta A)
   2. glomerulonefritis kronik tidak hanya merusak glomerulus tetapi juga tubulus inflamasi ini mungkin diakibatkan oleh infeksi streptokokus 

c. pielonefritis adalah inflamasi ginjal dan pelvis ginjal akibat infeksi bakteri, obstruksi traktus urinaria terjadi akibat pembesaran kelenjar kelenjar prostate batu ginjal atau defek congenital yang memicu terjadinya pielonefritis
d. batu ginjal (kalkuli urinaria) terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat atau sistein. Batu-batu kecil dapat mengalir bersama urine, batu yang lebih besar akan tersangkut dalam ureter dan menyebabkan rasa nyeri yang tajam (kolik ginjal) yang menyebar dari ginjal ke selangkangan.

e. gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Hal ini mengakibatkan terjadinya retensi garam, air, zat buangan nitrogen (urea dan kreatin) dan penurunan drastis volume urine(oliguria) melalui pengobatan terhadap kondisi penyebab gagal ginjal maka prognosisnya membaik. Gagal ginjal yang tidak diobati dapat mengakibatkan penghentian total fungsi ginjal dan kematian.
  1. gagal ginjal akut penyakit ini ditandai dengan oliguria mendadak yang diikuti dengan penghentian produksi urin(unuria) secara total
  2. gagal ginjal kronik adalah kondisi progesif parah karena penyakit yang mengakibatkan kerusakan parenkin ginjal

DAFTAR PUSTAKA
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta : EGC
B, Syaifuddin. 1992. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Jakarta : EGC
Faiz, Omar dan David Moffat. 2003. At a Glance Series Anatomi. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar