Kamis, 21 Oktober 2010

laporan pendahuluan ca mammae

 Ca Mammae
(Kanker Payudara)
  
1. Pengertian 
Kanker Payudara adalah keganasan yang berasal dari parenkim, stoma, aerola dan papila mammae.
Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Biasanya kanker ini ditemukan pada umur 40-49 tahun dan letak terbanyak di kuadran lateral atas (Mansjoer : 2000)

2. Etiologi 
Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor resiko pada px diduga  berhubungan dengan kejadian kanker payudara, yaitu :
      a. umur > 30 tahun
      b. melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun
      c. tidak kawin dan nulipara
      d. usia menars < 12 tahun
      e. usia menopouse > 55 tahun
      f. pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
      g. terapi hormonal lama
      h. mempunyai kanker payudara kontralateral
      i. pernah menjalani operasi ginekologi misalnya tumor ovarium
      j. pernah mengalami radiasi didaerah dada.

3. Gejala Klinis
Keluhan penderita kanker payudara :
a. mungkin tidak ada
b. ulkus / perdarahan dari ulkus
c. perdarahan / keluar cairan dari puting susu
d. tumor mammae umumnya tidak nyeri
e. nyeri pada payudara
f. kelainan bentuk payudara
g. keluhan karena metastase.


4. Gambaran Klinis
Gambaran klinis ca mammae yang khas pada wanita usia 35 tahun / lebih 
a. tumbuh progresif
b. infasi atau nekrosis
1. batas tidak jelas
2. bentuk tidak teratur
3. mobilitas terbatas
4. retraksi papil / kul;it
5. eritem kulit
6. peaue d'orange
7. nodul satelit
8. ulkus
9. tumor melekat dekat :
-. kulit
-. m pektoralis
-. dinding thorax
c. mengadakan metastase
1. regional
a. pembesaran kelenjar limfe aksila
b. pembesaran kelenjar limfe mammaria internal
2. organ jauh
a. kelenjar limfe : supraklavikula, aksila kontralateral, lehaer dst
b. mammae kontralateral : tumor dengan tanda maligna, "peau d'orange"
c. kulit : nodul satelit di luar kulit mammae, eritema kulit
d. paru : efusi pleura, atelektase, coin lesin, lymphangitic spread
e. tulang : nyeri tulang, distruksi tulang, (ostiolitik, osteoblastik, fraktur) alkali fosfatase nark
f. hati : hematomegali, nodus dihati umumnya multipel ikterus, dsb
g. sumsum tulang : anemia, trombositopenia, terdapat sel kanker disumsum tulang 
h. otak : sefalgia, neuroplegia, TIK meninggi, lumpuh dsb.


5. Jenis kanker Payudara 
a. Karsinoma insitu
karsinoma insitu artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang  belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalanya.
b. karsinoma duktal
karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju puting susu. sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal 
c. karsinoma lobuler
karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopouse
d. karsinoma invasive
karsinoma invasive adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, biasanya terinkalisir (terbatas pada payudara) maupun melastatik (menyebar kebagian tubuh lainnya) 
e. karsinoma meduler
kanker ini berasal dari kelenjar susu
      
klasifikasi TNM kanker payudara 
-. tumor primer (T)
Tx : tumor primer tidak dapat ditentukan
To : tidak terbukti adanya tumor primer
Tis : -. kanker insitu
-. kanker intraduktal atau lobuler insitu
-. penyakit raget pada papila tanpa teraba tumor
T1 : tumor < 2 cm
T1a tumor < 0.5 cm
T1b tumor 0.5 - 1 cm
T1c tumor 1 - 2 cm
T2 : tumor sampai 2-5 cm
T3 : tumor > 5 cm
T4 : berapapun ukuran tumor, dengan penyebaran langsung kedinding dada atau kulit. dinding dada termasuk kosta, otot interkosta, otot seratus anterior, tidak termasuk otot pektoralis
T4a : melekat pada dinding dada
T4b : edema, peau d'orange, ulserasi kulit, nodul satelit pada daerah payudara yang sama
T4c : T4a dan T4b
T4d : karsinoma inflamatoris mastitis karsinoma tosis

Nodul Limfe Regional (N) 
Nx : pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan
No : tidak teraba kelenjar aksila
N1 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat
N2 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya.
N3 : terdapat pembesaran kelenjar mammae interna homolateral.

Metastase Jauh (M) 
Mx : metastase jauh tidak dapat ditentukan
Mo : tidak ada metastase jauh
M1 : terdapat metastase jauh, termasuk kelenjar supraklavikula

Penentuan Stadium Kanker 
a. Stadium 0   : kanker insitu dimana sel-sel kanker berada pada tempatnya didalam payudara yang normal
b. Stadium I    : tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm dan belum menyebar keluar payudara
c. Stadium IIa : tumor dengan garis tengah 2-5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak
d. Stadium IIb : tumor dengan garis tengah lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak
e. Stadium IIIa : tumor dengan garis tengah kurang dari 5 cm dan menyebar ke kelenjar getah bening ketiak disertai perlekatan satu sama lain
f. Stadium IIIb : tumor telah menyusup  keluar payudara, yaitu ke dalam kulit payudara atau dinding dada
g. Stadium IV   : tumor telah menyebar keluar daerah payudara dan dinding dada

Persepsi Nyeri dan Penanganan Nyeri (P, Q, R, S, T)
P (Paliatif)     : faktor yang mempengaruhi / penyebab timbulnya nyeri
Q (Qualitatif) : dinyatakan sesuai dengan apa yang dirasakan Px
R (Regio)      : lokasi / letak nyeri
S (Skala)       : Intensitas, ditunjukkan dengan skala nyeri
T (Time)        : Waktu nyeri


       Pengukuran Skala Nyeri dengan Skala Numerik

       <--0---1---2---3---4---5---6---7---8---9---10-->  

           Minta Px untuk menunjukkan angka :
              0   : tidak nyeri
            1-3  : nyeri ringan
            4-7  : nyeri sedang
           8-10 : nyeri berat


6. Patofisiologi
faktor resiko pada px dengan kanker payudara :
umur > 30 tahun
usia menarche < 12 tahun
usia menopouse > 55 tahun
pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
]
ca mammae
]
<--karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma-->
                          insitu           duktal            lobuler         invasive        meduler         rubuler
                             ]                   ]                    ]                  ]                   ]                    ]
                             ]                   ]                    ]                  ]                   ]                    ]
                             ----------------------------------------------------------------------
perdarahan dari ulkus
keluar cairan dari puting susu
nyeri pada dada
keluhan karena metastase
]
----------------------------------------------------
 [                                                                            ]
                            penekanan / kerusakan                                     kurang mengetahui tentang
                                   jaringan saraf                                         prosedur penyembuhan / terapi
                                           [                                                                            ]
                                        nyeri                                                     kurangnya pengetahuan



7. Pemeriksaan
      a. Pemeriksaan klinis
      b. Pemeriksaan Penunjang
          -. pemeriksaan radiologis
              USG mammae
              X- foto thorax
          -. pemeriksaan laboratorium
              rutin darah lengkap
              urine
      c. pemeriksaan sitologis / patologis
          FNA dari tumor

 
8. Penatalaksanaan
a. terapi kuratif
untuk kanker mammae stadium 0, I, II, dan III
-. terapi utama adalah mastekromi radikal modifikasi, alterenatif tomoorektomi + diseksi aksila
-. terapi ajubin : radiologi, kemoterapi, hormon terapi

b. terapi paliatif
untuk kanker mammae syadium IIIb dan IV
1. terapi utama
-. pramenopouse
-. pasca menopouse
2. terapi ajuvan
-. operable (mastektomi simple)
-. inoperable (radioterapi)


9. Konsep Keperawatan
a. pengkajian
1. identitas Px
2. keluhan utama (terdapat benjolan pada payudara dll)
3. konsep diri mengalami perubahan pada sebagian besar klien dengan kanker mammae
4. pemeriksaan klinis
a. inspeksi : simetris mammae kanan - kiri, kelainan papila
b. palpasi : px berbaring dan di usahakan agar payudara tersebar rata atas lapangan dada, jika perlu punggung diganjal bantal kecil, konsistensi, banyak, lokasi, infiltrasi, besar, batas dan operabilitas, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar aksila)
  

10. Diagnosa Keperawatan
a. cemas / takut b/d situasi krisis (kanker) perubahan kesehatan, sosial ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluarga yang ditantai dengan peningkatan tegangan,  kelelahan, mengekpresikan kecanggungan peran, perasaan tergantun, tidak adekuat kemampuan menolong diri.
b. nyeri (akut) b/d proses penyakit (penekanan / kerusakan jaringan saraf, infiltrasi sistem suplay saraf, obstruksi jalur saraf, inflamasi) efek samping terapi kanker ditandai dengan px mengatakan nyeri, px sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan
c. resti terhadap gangguan konsep diri b/d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sitostatika 
d. gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan) b/d kanker, konsekwensi kemoterapi, radiasi, pembedahan (anoreksia, iritasi lambung, kurangnya rasa kecap) emosional distress, fatigue, ketidakmampuan mengontrol nyeri ditandai dengan klien mengatakan intake tidak adekuat, hilangnya rasa kecap, kehilangan selera, berat badan turun sampai 20% atau lebih dibawah ideal, penurunan massa otot dan lemak subkutan, konstipasi, abdominal cramping
e. kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan pengobatan b/d kurangnya informasi mesinterprestasi, keterbatan kognitif, ditandai dengan sering bertanya, mengatakan masalahnya,  pernyataan miskonsepsi, tidak akurat dalam mengikuti instruksi / pencegahan komplikasi


11. Intervensi
a. cemas / takut b/d situasi krisis (kanker) perubahan kesehatan, sosial ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluarga yang ditantai dengan peningkatan tegangan, kelelahan, mengekpresikan kecanggungan peran, perasaan tergantun, tidak adekuat kemampuan menolong diri.
tujuan :
  -. klien dapat mengurangi rasa cemasnya
  -. rileks dan dapat melihat dirinya secara objektif
  -. menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi dalam pengobatan
Intervensi :
a. tentukan pengalaman px sebelumnya terhadap penyakit yang dideritanya 
R/ data-data mengenai pengalaman px sebelumnya, akan memberikan dasar untuk penyulihan dan menghindari adanya dulikasi
b. berikan informasi tentang prognosis secara akurat
R/ pemberian informasi dapat membantu px dalam memahami proses penyakit.
c. jelaskan pengobatan, tujuan dan efek samping. bantu px mempersipakan diri dalam pengobatan
R/ membantu px dalam memahami kebutuhan untuk pengobatan dan efek sampingnya
d. anjurkan untuk mengembangkan interaksi dengan support system
R/ agar klien memperoleh dukungan dari orang yang terdekat / keluarganya.
e. berikan lingkunga yang tenang dan nayaman.
R/ memberikan kesempatan pada klien untuk berfikir / merenung / istirahat

b. nyeri (akut) b/d proses penyakit (penekanan / kerusakan jaringan saraf, infiltrasi sistem suplay saraf, obstruksi jalur saraf, inflamasi) efek samping terapi kanker ditandai dengan px mengatakan nyeri, px sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan
tujuan :
    -. klien mampu mengontrol rasa nyeri melalui aktivitas
    -. melaporkan nyeri yang dialaminya
    -. mengikuti program pengobatan
Intervensi :
a. tentukan riwayat nyeri, lokasi, durasi dan intensitas
R/ memberikan informasi yang diperluakan, untuk merencanakan askep
b. evaluasi terapi, pembedahan, radiasi, kemoterapi, bioterapi, ajarkan klien dan keluarga tentang cara menghadapinya.
R/ untuk mengetahui terapi yang dilakukan sesuai atau tidak
c. berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenanagkan seperti mendengarkan musik atau menonton tv
d. menganjurkan teknik penanganan sterss (teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan) gembira dan berikan sentuhan therapoutik
R/ meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menentukan stress dan ansietas.
e. evaluasi nyeri, berikan pengobatan bila perlu
R/ untuk mengetahui efeksivitas penanganan nyeri, tingkat nyeri, dan sampai sejauh mana px mampu menahannya serta untuk mengetahui kebutuhan px akan obat-obatan anti nyeri
f. diskusikan penangan nyeri dengan dokter dan juga dengan px
R/ agar terapi yang diberikan tepat sasaran

Daftar Pustaka

Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius
Carpenito Lynda Juall.2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. jakarta : EGC
Marilyan, Doenges E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan dan  pendokumentasian perawatyan px) Jakarta : EGC
http://makalah-kesehatan-online,blogspot-com diaskes tgl 25 februari 2010 jam13.30
  


  

                      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar