Tampilkan postingan dengan label anatomi fisiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anatomi fisiologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

anatomi fisiologi


Konsep Kesehatan Gigi
1 Definisi Kesehatan Gigi
a.     Gigi adalah untuk mengunyah, atau mastikasi (Patricia A Potter : 2006)
b.     Kesehatan gigi akan sempurna apabila dengan susunan gigi yang teratur rapi, putih, bersih, dan senyum yang menawan akan membuat penampilan seseorang menjadi lebih sempurna dan percaya diri. (Rina J. Suryanegara : 2000).

2 Jenis Gigi
a.     Menurut bentuknya, gigi terbagi menjadi dua jenis yaitu Homodontal dan Heterodontal. Homodontal merupakan bentuk gigi geligi yang sama dalam satu rongga mulut. Bentuk tersebut terdapat pada makhluk hidup seperti ikan dan burung. Sedangkan gigi geligi manusia termasuk jenis  Heterodontal. Karena memiliki gigi geligi dengan berbagai bentuk dan fungsi. (Donna Pratiwi : 2009)

b.     Menurut jenisnya gigi manusia dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
·        Gigi Insisif disebut juga gigi seri. Berfungsi memotong / mengiris makanan. Gigi seri terletak dibagian depan, berjumlah empat buah ditulang rahang atas, dan empat buah di tulang rahang bawah.
·        Gigi Kanimus disebut juga gigi taring. Permukaan gigi berujung tajam dan berfungsi merobek makanan. Terletak di samping gigi seri. Dua buah gigi taring di tulang rahang atas dan dua buah di tulang rahang bawah masing-masing satu buah di kanan dan di kiri
·        Gigi Premolar disebut juga gigi geraham kecil, berfungsi merobek dan membantu menggiling dan menghaluskan makanan. Gigi ini terletak di gigi taring. Empat buah geraham kecil di tulang rahang atas dan empat buah geraham kecil di tulang rahang bawah.
·        Gigi Molar disebut juga gigi geraham besar. Permukaan gigi lebar dengan tonjolan dan ceruk yang berfungsi untuk mengunyah dan menggiling makanan. Terletak di belakang gigi geraham kecil. Enam buah geraham besar di tulang rahang atas dan bawah masing-masing 3 buah dikanan dan dikiri. (Agus Susanto : 2007)

Gigi seri dan gigi taring memiliki empat permukaan, sementara gigi geraham besar dan kecil memiliki lima permukaan. Masing-masing permukaan gigi berbeda, maka berbeda pula bentuk anatomisnya. Sehingga hal ini menjadi ciri khas masing-masing gigi. (Donna Pratiwi : 2009)

3 Stuktur Gigi
Gigi terdiri dari dua bagian besar, yaitu mahkota dan akar. Mahkota gigi adalah bagian gigi yang berada di atas area perlekatan gusi, sementara secara anatomis atau sesungguhnya batas mahkota gigi masih diteruskan berada dibawah area perlekatan gusi. Mahkota gigi diselubungi lapisan email, sementara bagian akar diselubungi lapisan sementum. (Donna Pratiwi : 2009)
 
4 Lapisan yang Menyusun Gigi.
a.     Email berasal dari jaringan ectoderm yang membuat email sebagai lapisan terluar pada mahkota gigi. Kandungannya sarat dengan garam kalsium. Email merupakan jaringan paling keras dan kuat dengan kandungan an organic 96%. Karena itu, email merupakan pelindung gigi dari sensitivitas panas atau dingin dan nyeri saat mengunyah. Email tidak memiliki kemampuan regenerasi untuk mengganti bagian-bagian yang rusak. Sehingga bila terjadi kerusakan perlu dirawat dengan cara penambalan.

b.     Dentin berasal dari jaringan mesoderm, yaitu susunan dan asal yang sama dengan jaringan tulang. Dentin mempunyai kemampuan untuk regenerasi. Dentin terletak dibawah email dan mahkota gigi, dan dibawah sementum pada akar gigi. Didalam dentin terdapat pembuluh yang halus (tubula dentin) yang mengandung serabut dan kelanjutan dari sel odontoblast yang berfungsi menyalurkan rangsangan dari dentin ke sel-sel saraf, seperti rangsangan termis (panas / dingin), rangsangan khemis (asam / manis), dan rangsangan mekanis (benda keras). Rangsangan ini mula-mula diterima email diteruskan ke dentin. Melalui tubula dentin, dengan serabut-serabutnya diteruskan ke sel-sel saraf dalam rongga pulpa.

c.      Sementum merupakan lapisan terluar pada lapisan akar gigi yang membatasi gigi dengan jaringan pendukungnya. Sementum berasal dari jaringan mesoderm. Fungsi sementum selain sebagai pelindung gigi pada akar, juga sebagai penyangga gigi terhadap jaringan pendukung disekitar gigi. Selain itu, berfungsi memberikan nutrisi utama gigi yaitu fosfor pada gigi yang sudah tua dengan kondisi rongga pulpa ketika sudah menyempit.

d.     Pulpa adalah struktur gigi terdalam (di bawah dentin) berupa rongga yang berisi jaringan pulpa. Jaringan pulpa sarat dengan sel saraf yang sensitive terhadap rangsangan mekanis-termis-kimia, jaringan limfa (cairan getah bening), jaringan ikat dan pembuluh darah arteri dan vena.
Pulpa terdiri dari :
·        Tanduk pulpa (pulp horn).
·        Ruang pulpa (pulp chamber) yang berada di bagian tengah mahkota gigi.
·        Saluran pulpa (pulp canal) yang berada dibagian akarnya.
·        Foramen apical merupakan tempat masuknya jaringan pulpa kerongga pulpa berupa lubang di daerah ujung akar / apeks gigi.
·        Supplementary canal, yaitu percabangan saluran pulpa berjumlah dua atau lebih yang berada dekat apical (ujung akar)
·        Orifice yaitu pintu masuk yang menghubungkan ruang pulpa dengan salurannya. Umumnya, garis luar pulpa mengikuti garis luar bentuk gigi. Pulpa berasal dari jaringan masenkim dan berfungsi sebagai pemberi nutrisi gigi yang mengandung sel-sel saraf. Sistem sensorisnya berfungsi mengontrol peredaran darah dan sensasi nyeri. (Donna Pratiwi : 2009) 


5 Jaringan Pendukung Gigi
a.     Gingiva dikenal dengan istilah gusi (isit). Jaringan gingiva berjalan melapisi tonjolan alveolar dan berakhir pada leher gigi. Gingiva yang  menggelilingi leher gigi direkatkan oleh cincin yang disebut junctional epithelium. Gingiva yang sehat biasanya berwarna merah muda, tergantung etnis individu. Makin gelap kulit seseorang, makin gelap pula warna merah gingivanya. Konsistensinya padat dan melekat pada tulang alveolar dibawahnya.

b.     Tulang Alveolar merupakan penyangga gigi yang utama. Ketebalan dan ketinggian tulang alveolar bervariasi tergantung dari ada tidaknya gigi yang disangga. (Donna Pratiwi : 2009)

c.      Ligamentum Periodontal atau membrane menempati sela antara sementum dan kantong tulang alveolar. Struktur ini merupakan jaringan ikat fibrosa yang tampak selular dan vascular. Peran utamanya adalah mendukung dan merupakan bantalan gigi pada rongga tulang tetapi ia juga memberi mekanisme rangsangan (proprioseptif) yang efisien, dan mempunyai fungsi nutritive dan homeostatis. (Abraham M Rudolph : 2007)

6 Susunan Gigi
Perkembangan gigi terbagi menjadi tiga tahap yaitu :
a.     Gigi susu
Gigi susu adalah gigi yang tumbuh dalam rongga mulut sejak lahir sampai masa anak-anak (usia prasekolah). Jumlah gigi susu 20 buah dan tumbuh lengkap pada usia 2,5 – 3 tahun.
b.     Gigi campuran
Gigi campuran adalah tumbuhnya gigi susu bersama-sama dengan tumbuhnya gigi tetap. Tumbuhnya gigi tetap dimulai pada akhir masa anak-anak (usia sekolah dasar).
c.      Gigi tetap
Gigi tetap adalah gigi yang tumbuh mengantikan gigi susu. Pertumbuhan gigi tetap bervariasi, yaitu saat seseorang menjelang remaja sampai dewasa. Jumlah gigi tetap 32 buah. Apabila gigi tetap seseorang tanggal tidak akan digantikan oleh gigi lainnya dan yang bersangkutan akan ompong. Gigi tetap yang terakhir tumbuh adalah gigi bungsu, yang terletak di bagian belakang rongga mulut. Masa pertumbuhan gigi bungsu untuk setiap orang bervariasi, yaitu antara 17-25 tahun. (Rina J. Suryanegara : 2000).

7 Proses Pertumbuhan Gigi
Saat anak berusia sekitar 6-7 tahun, gigi susunya tanggal secara bertahap dan digantikan oleh gigi tetap. Gigi tetap jika tanggal tidak akan digantikan oleh gigi baru seperti halnya pada gigi susu. Pada umumnya gigi tetap yang muncul pertama kali yaitu gigi seri pada rahang bawah. Selanjutnya, terjadi pergantian gigi seri pada rahang atas dan bawah secara bertahap atau dapat juga terjadi penggantian dua gigi seri sekaligus.

Pada usia 10-12 tahun terjadi penggantian gigi taring dan gigi geraham kecil secara bergantian. Geraham besar ke 1 tumbuh pada usia kurang lebih 6 tahun. Geraham besar ke 2 tumbuh pada usia 10 tahun ke atas. Gigi tetap yang paling akhir tumbuh yaitu gigi geraham besar ke 3 yang tumbuh pada usia lebih dari 19 tahun. Jumlah gigi tetap seluruhnya sebanyak 32 buah. (Agus Susanto : 2007)

8       Masalah Gigi
a.     Gigi Tidak Teratur
Gigi yang tidak teratur, misalnya letaknya yang berjejal-jejal atau terlalu jarang menyebabkan penampilan kita kurang menarik. Bahkan bisa menyebabkan perasaan rendah diri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
·        Kebiasaan buruk misal menghisap ibu jari saat bayi dan kebiasaan bernafas dengan mulut yang terbuka.
·        pertumbuhan gigi permanen sebelum gigi susu tanggal
·        faktor keturunan, misal gigi yang berukuran lebih kecil maupun yang lebih besar dari ukuran normal umumnya diturunkan dari orang tua. (Agus Susanto : 2007)

b.     Gigi Berwarna
Masalah gigi berwarna yang paling sering muncul adalah fluorosis dan tetrasiklin.

Penyebab fluorosis :
Dental flourosis muncul saat tumbuh kembang gigi antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. Terjadi flourosis karena karena intake flour yang berlebihan. Pada konsentrasi yang tinggi fluorapatit dapat menyebabkan gigi menjadi kekuningan, timbul bintik-bintik putih dan bercak-bercak pada email. Hal ini akan menyebabkan gigi terlihat buruk akibat bercaak-bercak yang tidak merata.

Gejala fluorosis :
Gejalanya sangat mudah terlihat, awalnya akan tampak bintik atau bercak putih atau lubang kecil seperti pori-pori pada email. Kemusian warnanya berubah menjadi kecoklatan. Fluorosis biasanya timbul pada daerah yang menambahkan fluor pada air minumnya lebih dari satu PPM (Part Per Million) dan pada anak yang kekurangan kalsium. Gejala flourosis biasanya mengenai gigi tetap, tetapi terkadang terjadi pada gigi susu. (Donna Pratiwi : 2009)

c.      Gigi Berlubang (Karies Gigi)
Gigi berlubang di sebut juga karies gigi. Karies akan mengakibatkan kerusakan truktur gigi sehingga terbentuk lubang. Tanda awal karies gigi adalah berupa munculnya spot putih seperti kapur pada permukaan gigi.

Gejala umum :
·        gigi terasa sakit, gigi menjadi sensitive setelah makan atau minum manis, asam, panas, atau dingin.
·       terlihat atau terasa adanya lubang pada gigi
·       bau mulut (halitosis)

Penyebab karies :
Menurut statistik, karies gigi adalah penyakit yang paling sering terjadi pada manusia, setelah demam flu. Karies dapat terjadi pada siapa saja, walaupun umumnya sering muncul pada usia anak atau dewasa muda. Karies inilah yang merupakan penyebab utama kehilangan gigi pada usia muda.
Penyebab karies adalah bakteri streptococuss mutans dan  lactobacilli. Bakteri spesifik inilah yang mengubah glukosa dan karbohidrat pada makanan menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam terus diproduksi oleh bakteri dan akhirnya merusak stuktur gigi sedikit demi sedikit. Kemudian plak dan bakteri mulai bekerja 20 menit setelah makan (Donna Pratiwi : 2009)

d.      Karang Gigi
Karang gigi (kalkulus) adalah plak yang telah mengalami pengerasan, kalsifikasi atau remineralisasi.

Gejala karang gigi :
Karang gigi yang melekat dipermukaan mahkota gigi biasanya berwarna kekuningan sampai kecoklatan yang dapat terlihat mata. Karang gigi yang tidak terlihat biasanya tumbuh dibawah gusi mengakibatkan gusi infeksi dan mudah berdarah. Karang gigi biasanya dapatmenyebabkan bau mulut.

Penyebab karang gigi :
Bakteri aktif penyebab karang gigi golongan streptococcus dan an aerob. Bakteri tersebut mengubah glukosa dan karbohidrat pada makanan menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam akan terus diproduksi oleh bakteri tersebut. Kombinasi bakteri, asam, sisa makanan, dan air liur dalam mulut membentuk suatu substansi berwarna kekuningan yang melekat pada permukaan gigi yang disebut plak. Plak dan bakteri mulai bekerja 20 menit setelah makan. Jika tidak dibersihkan, akan terbentuk lubang gigi hingga gigi tanggal. (Donna Pratiwi : 2009)

e.      Gusi Berdarah
gejala :
·        saat dan setelah meyikat gigi ada noda darah yang tertinggal pada bulu sikat gigi.
·        saat meludah, ada darah di dalam air liur.
·        gusi dapat dipisahkan dari gigi dengan menggunakan tusuk gigi.
·        warna gusi mengkilap dan bengkak, kadang-kadang berdarah saat disentuh
·        tidak selalu disertai rasa sakit.
·        terdapat akumulasi plak atau karang gigi di sekitar leher gigi.

Penyebab gusi berdarah :
Karang gigi dan plak merupakan faktor penyebab utama. Banyaknya jumlah karang gigi, plak dan sisa makanan yang melekat dileher gigi menunjukkan tingkat kebersihan mulut yang buruk. Hal ini disebabkan posisi gigi yang menyulitkan untuk dibersihkan. Dan menyikat gigi yang tidak benar akan membuat gigi kurang bersih dan bahkan melukai gusi. (Donna Pratiwi : 2009)

f.       Bau Mulut
Bau mulut (halitosis) bersumber dari daerah hidung dan mulut. Kondisi halitosis yang kronis tidak dapat dihilangkan hanya dengan tindakan pembersihan biasa seperti dengan sikat gigi dan flossing.
          Gejala bau mulut :
·        sering merasa tidak enak dalam mulut
·        orang lain berkomentar mengenai bau nafas anda
·        orang lain tidak mau berdekatan saat berbicara dengan anda
·        anda merasakan mulut kering atau kondisi air liur lebih kental daripada biasanya.

          Penyebab bau mulut berdasarkan kondisi kesehatan :
          Secara umum :
·        infeksi atau abnormalitas bentuk sinus
·        infeksi tonsil
·        kelainan darah
·        diabetes
·        menstruasi
·        makanan tertentu,
·        dll.

          Secara local :
·        lubang gigi yang besar dan dalam jumlah banyak
·        gangguan periodontal atau gusi
·        infeksi atau bengkak dalam mulut
·        alergi
·        perkembangan kuman an aerob tipe gram negative (Donna Pratiwi : 2009)

9 Perawatan Gigi
a. Faktor-Faktor yang Memperngaruhi Kesehatan Gigi
1.   Makanan yang dikonsumsi
-         Kurangi makanan serba manis
Permen dan coklat merupakan contoh makanan penyebab kerusakan gigi karena bersifat manis dan lengket. Contoh lainnya, roti yang diberi selai. Kandungan gula pada makanan tersebut sangat tinggi karena bakteri akan menggubah sisa makanan yang mengandung gula menjadi asam. Akhirnya berubah menjadi kerusakan gigi. Namun hal ini dapat di cegah dengan berkumur menggunakan air putih karena dapat mengurangi sisa makanan yang lengket pada permukaan gigi. Selain itu, makan buah-buahan berair dan mengandung serat tinggi baik untuk kesehatan gigi.

-         Hindari makanan yang terlalu asam
Asam dapat merusak gigi, demikian juga dengan makanan yang serba asam. Jenis-jenis makanan yang mengandung asam dapat menyebabkan karies gigi. Namun gangguan ini dapat dicegah dengan cara menggosok gigi.

-         Hindari makanan keras, terlalu panas, dan terlalu dingin
Gigi juga dapat rusak karena makanan yang keras, terlalu panas atau terlalu dingin. Selain lapisan email, saraf juga dapat rusak karena makanan tersebut. Gigi yang rusak ditandai rasa ngilu ketika menyantap makanan yang terlalu manis, panas atau dingin.

-         Hindari makanan yang mengandung fluor tinggi
Umumnya diderita oleh anak-anak yang gigi tetapnya belum tumbuh. Anak-anak yang berfluor tinggi akan mengalami gangguan berupa gigi berwarna abu-abu kusam dan kadang-kadang terdapat bercak-bercak fluorosis.

2.   Minuman yang dikonsumsi
Minuman kopi dan teh juga kurang baik untuk kesehatan gigi. Terlalu banyak minum kopi dan teh dapat menimbulkan plak berwarna cokelat pada permukaan gigi. Minuman soft drink (minuman bersoda) dpat menyebabkan karies gigi karena mengandung banyak gula. Jika terpaksa harus minum soft drink usahakan untuk segera membersihkan sisa gula pada gigi.


3.   Rokok
Dalam rokok terdapat berbagai bahan kimia yang biasa disebut tar. Sebelum masuk kedalam saluran pernafasan, nikotin melalui rongga mulut dan sebagian diantaranya menempel di permukaan gigi. Jika tidak di bersihkan, timbunan tar pada permukaan gigi menjadi coklat kehitaman dan menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. (Agus Susanto : 2007)

4.   Menggosok Gigi
-         Memilih sikat gigi
Dalam memilih dan menggunakan sikat gigi sebaiknya yang berkualitas. Kualitas sikat gigi yang tidak baik akan menyebabkan sakit atau goresan pada gusi dan gigi. Ini akan terasa setelah beberapa bulan berlalu ketika kita menemukan bercak darah pada sikat. 

Ciri-ciri sikat gigi yang baik :
-         Pilih bulu sikat yang halus sehingga tidak merusak email dan gusi.
-         Pilih kepala sikat yang ramping atau bersudut, sehingga mempermudah pencapaian sikat di daerah mulut bagian belakang yang sulit dijangkau

Sikat gigi sebaiknya diganti saat kondisi bulu sikat mulai mekar atau menyebar. Kondisi bulu sikat seperti ini tidak dapat menyikat gigi dengan efektif. Selain itu sikat gigi sebaiknya diganti setelah tiga bulan pemakaian. Satu hal yang perlu diperhatikan, tiap orang sebaiknya memiliki sikat gigi pribadi, jangan dipakai bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. (Donna Pratiwi : 2009)

·        Gunakan pasta gigi sesuai dengan usia
Pasta gigi adalah pasta atau gel yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dengan cara mengangkat plak dan sisa makanan. Termasuk menghilangkan atau mengurangi bau mulut. Pasta gigi juga dapat membantu menguatkan struktur gigi dengan kandungan fluor. (Donna Pratiwi : 2009)

Pada umumnya, pasta gigi mengandung sodium monofluorofosfat. Kandungan bahan tersebut dalam pasta gigi anak-anak dengan pasta gigi orang dewasa berbeda. Pasta gigi anak-anak biasanya mengandung  sodium monofluorofosfat yang lebih rendah dibandingkan pasta gigi orang dewasa. (Agus Susanto : 2007)

·        Berkumur
Ketika gosok gigi, kadang-kadang kita sulit membersihkan bakteri yang ada disela-sela gigi. Cara yang tepat untuk membasminya dengan berkumur menggunakan obat kumur. (Agus Susanto : 2007)
Obat kumur biasanya bersifat antiseptic yang dapat membunuh kuman sebagai timbulnya plak, radang gusi dan bau mulut. (Donna Pratiwi : 2009)

5.   Bentuk gigi
6.   Adanya bakteri atau kuman
7.   Tingkat kebersihan gigi dan mulut
8.   Adanya penyakit yang diderita
9.   Sikap dan perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan. (Agus Susanto : 2007)

Anatomi dan Fisiologis Sistem Urinaria


Sistem Urinaria

1. PENDAHULUAN
      Sistem Urinaria adalah Suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bekas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih).
      Dan Sistem Urinaria terdiri dari organ-organ yang memproduksi urine dan mengeluarkannya dari tubuh. System ini merupakan salah satu system utama untuk mempertahankan homeostatis (kekonstanan lingkungan internal).

a. Susunan Sistem Urinaria

      Sistem Urinaria terdiri dari 2 ginjal yang memproduksi urine, 2 ureter yang membawa urine ke dalam sebuah kandung kemih untuk penampungan sementara dan uretra yang mengalirkan urine keluar tubuh melalui orifisium uretra eksternal.

1. Ginjal (Ren)
            Adalah suatu kelenjar yang terdapat pada bagian belakang dari kavum abdominalis dibelakang peritoneum di samping kiri kanan vertebra lumbalis III, melekat langsung pada dinding belakang abdomen. Ginjal kanan terletak agak kebawah jika dibandingkan dengan ginjal kiri karena terdapat organ hati pada sisi kanan.
            Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5cm dan tebalnya 2,5cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Setiap ginjal memiliki berat antara 125 sampai 175 gram pada laki-laki dan 115 sampai 155 gram pada perempuan.

Fungsi ginjal yaitu :
a.  Pengeluaran zat sisa organic.ginjal mengekresi urine, asam urat, keratin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormon.
b.   Penganturan konsentrasi ion-ion penting. Ginjal mengekresi ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat dan fosfat. Ekresi ion-ion ini seimbang dengan asupan dan eksresinya melalui rute lain, seperti pada saluran gastrointestinal atau kulit.
c.    Pengaturan keseimbangan asam-asam tubuh. Ginjal mengendalikan eksresi ion hydrogen (H+) bikarbonat (HCO3), dan ammonium (NH4+) serta memproduksi urine asam atau basa, bergantung pada kebutuhan tubuh.
d.    Pengaturan produksi sel darah merah. Ginjal melepas eritropoletin, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.
e.   Pengaturan tekanan darah. Ginjal mengatur volume cairan yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim renin. Renin adalah komponen penting dalam mekanisme renin – angiotensinaldosteron, yang meningkatkan tekanan darah dan retensi air.
f.    Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah. Ginjal, melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrasi nutrient dalam darah.
g.     Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan, atau zat kimia asing lain dari tubuh.

Setiap ginjal diselubungi oleh 3 lapisan jaringan ikat antara lain:
a.  Fasia renal adalah pembungkus terluar. Pembungkus ini melabuhkan ginjal pada struktur disekitarnya dan mempertahankan posisi organ.
b.   Lemak perirenal adalah jaringan adiposa yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya.
c.  Kapsul fibrosa (ginjal) adalah membrane halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dengan mudah dilepas.

Stuktur internal ginjal
a.  hilus (hilum) adalah tingkat kecekungan tepi medial ginjal.
b. sinus ginjal adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini membentuk perlekatan untuk jalan masuk dan keluar ureter. Vena dan arteri renalis, saraf dan limpatik.   
c. pelvis ginjal adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut menjadi 2 sampai 3 kaliks mayor yaitu rongga yang mencapai glandular, bagian penghasil urine pada ginjal. setiap kaliks mayor bercabag menjadi beberapa (8 sampai 18) kaliks minor.
d. parenkim ginjal adalah jaringan ginjal yang menyelubungi struktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi menjadi medulla dan korteks luar.
      1. medulla terdiri dari massa-massa triangular yang di sebut piramida ginjal. Ujung yang sempit dari setiap piramida papilla masuk dengan pas dalam kaliks minor dan ditembus mulut duktus pengumpul urine.
      2. korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang merupakan unit stuktural dan fungsional ginjal korteks terletak di dalam di antara piramida-piramida medulla yang bersebelahan untuk membentuk kolumna ginjalyang terdiri dari tubulus-tubulus pengumpul yang mengalir kedalam duktus pengumpul.
e. ginjal terbagi-bagi lagi menjadi lobus ginjal . setiap lobus terdiri dari satu piramida ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.

Struktur nefron.  
Satu ginjal mengandung 1 sampai 4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine. Setiap nefron memiliki satu komponen vaskuler (kapiler) dan satu komponen tubular
a. glomerulus adalah gulungan kapiler yang dikelilingi kapsul epitel berdinding ganda disebut kapsul bowman . glomerulus dan kapsul bowman bersama-sama membentuk sebuh korpuskel ginjal.
1. lapisan viseral kapsul bowman adalah lapisan internal epithelium. Sel-sel lapisan viseral dimodifikasi menjadi podosit ("sel seperti kaki"), yaitu sel-sel epitel khusus disekitar kapiler glomerulus.
a. setiap sel podosit melekat pada permukaan luar kapiler glomerulus melalui beberapa prosesus primer panjang yang mengandung prosesus sekunder yang disebut prosesus kaki atau pedikel ("kaki kecil").
b. pedikel berinterdigitasi (saling mengunci) dengan prosesus yang sama dari podosit tetangga. Ruang sempit antar pedikel-pedikel yang berinterdigitasi disebut filtration slits (pori-pori dari celah) yang lebarnya sekitar 25mm. setiap pori dilapisi selapis membrane tipis yang memungkinkan aliran beberapa molekul dan menahan aliran molekul lainnya.
c. barier filtrasi glomerular adalah barier jaringan yang memisahkan darah dalam kapiler glomerular dari ruang dalam kapsul bowman. Barier ini terdiri dari endothelium kapiler, membrane dasar (lamina basalis)kapiler, dan  filtration slit    

2. lapisan parietal kapsul bowman membentuk tepi terluar korpuskel ginjal.
a. pada kutub vaskuler korpuskel ginjal, arteriola aferen masuk ke glomerulus dan anteriol eferen keluar dari glomerulus.
b. pada kutub urinarius korpustel ginjal, glomerulus memfiltrasi aliran yang masuk ke tubulus kontortus proksimal.     

b. tubulus kontortus proksimal panjangnya mencapai 15 mm dan sangat berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epithelial kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan memperluas area permukaan lumen.

c. ansa hanle tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa handle yang masuk kedalam medulla, membentuk lingkungan jepit yang tajam (lekukan) dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa handle.
      a. nefron korteks terletak di bagian terluar korteks. Nefron ini memiliki lekukan pendek yang memanjang ke sepertiga bagian atas medulla .
      b. nefron jukstamedular terletak di dekat medulla. Nefron ini memiliki lekukan panjang yang menjulur kedalam piramida medulla.

d. tubulus kontortus distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5mm dan membentuksegmen terakhir nefron.
a. disepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan dengan dinding arterior aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol mengandung sel-sel termodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa berfungsi sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan ion natrium.
b. dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa mengandung sel-sel otot polos termodifikasi yang di sebut sel jukstaglomerular. Sel ini distimulasi melalui penurunan tekanan darah untuk memproduksi renin
c. macula densa, sel jukstaglomerular, daan sel mesangium saling bekerja sama untuk membentuk apparatus jukstaglomerular yang penting dalam pengaturan tekanan darah.

e. tubulus dan duktus pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul berdesenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk duktus pengumpul besar yang lurus. Duktus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang mengalirkan urine ke dalam kaliks minor. Kaliks minor bermuara ke dalam pelvis ginjal melalui kaliks mayor. Dari pelvis ginjal, urine dialirkan ke ureter yang mengarah kekandung kemih.

2. Ureter
      Adalah perpanjangan tubular berpasangan dan berotot dari pelvis ginjal yang merentang sampai kandung kemih.
      Setiap ureter panjangnya antara 25cm sampai 30cm dan berdiameter 4mm sampai 6mm. saluran ini menyempit di tiga tempat, yaitu : di titik asal ureter pada pelvis ginjal, dititik saat melewati pinggiran pelvis, dan dititik pertemuannya dengan kandung kemih. Batu ginjal dapat tersangkut dalam ureter di ketiga tempat ini, mengakibatkan nyeri dan disebut kolik ginjal.
      Dinding ureter terdiri dari 3 lapisan jaringan, yaitu: lapisan terluar yaitu lapisan fibrosa, di tengah adalah muskularis longitudinal kearah dalam dan otot polos sirkular kearah luar, dan lapisan terdalam adalah epithelium mukosa yang mengsekresi selaput mucus pelindung.
      Lapisan otot memiliki aktivitas peristaltic intrinsic. Gelombang peristalsis mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.
 
3. Kandung Kemih (Vesika Urinaria)
      Adalah organ muscular berongga yang berfungsi sebagai container penyimpan urine.
a. lokasi : pada laki-laki, kandung kemih terletak tepat di belakang simpisis pubis dan didepan rectum. Pada perempuan, organ ini terletak agak dibawah uterus didepan vagina. Ukuran organ ini sebesar kacang kenari dan terletak dipelvis saat kosong, organ berbentuk seperti buah pir dan dapat mencapai umbilicus dalam rongga abdominopelvis jika penuh berisi urine.
b. stuktur : kandung kemih ditopang dalam rongga pelvis dengan lipatan-lipatan peritoneum dan kondensasi fasta.

1. dinding kandung kemih terdiri dari 4 lapisan, yaitu:
a. serosa adalah lapisan terluar. Lapisan ini merupakan perpanjangan lapisan peritoneal rongga abdominopelvis dan hanya ada di bagian atas pelvis.
b. otot destrusor adalah lapisan tengah. Lapisan ini tersusun dari berkas-berkas otot polos yang satu sama lain saling membentuk sudut. Ini untuk memastikan bahwa selama urinasi, kandung kemih akan berkontraksi dengan serempak ke segala arah.
c. submukosa adalah lapisan jaringan ikat yang terletak dibawah mukosa dan menghubungkannya dengan muskularis.
d. mukosa adalah lapisan terdalam. Lapisan ini merupakan lapisan epitel yang tersusun dari epithelium transisional. Pada kandung kemih yang rileks, mukosa membentuk ruga (lipatan-lipatan), yang akan memipih dan mengembang saat urine berakumulasi dalam kandung kemih.

2. trigonum adalah area halus, triangular, dan relative tidak dapat berkembang yang terletak secara internal dibagian dasar kandung kemih. Sudut-sudutnya terbentuk dari tiga lubang. Di sudut atas trigonum, dua ureter bermuara ke kandung kemih. Uretra keluar dari kandung kemih di bagian apeks trigonum.   

4. Uretra
      Mengalirkan urine dari kandung kemih ke bagian eksterior tubuh.
a. pada laki-laki, uretra membawa cairan semen dan urine, tetapi tidak pada waktu yang bersamaan. Uretra laki-laki panjangnya mencapai 20cm dan melalui kelenjar prostat dan penis
1. uretra prostatik dikelilingi oleh kelenjar prostat. Uretra ini menerima dua duktus ejaculator yang masing-masing terbentuk dari penyatuan duktus deferen dan duktus kelenjar vesikal seminal, serta menjadi tempat bermuaranya sejumlah duktus dari kelenjar prostate.
2. uretra membranosa adalah bagian yang terpendek (1cm sampai 2cm). bagian ini berdinding tipis dan dikelilingi otot rangka sfingter uretra eksternal.
3. uretra cavernous (penile, bersepons) merupan bagian yang terpanjang. Bagian ini menerima duktus kelenjar bulbouretra dan merentang sampai orifisiuna uretra eksternal pada ujung penis., uretra membesar untuk membentuk suatu dilatasi kecil,  fosa navicularis uretra kavernus dikelilingi korpus spongiosum yaitu suatu kerangka ruang vena yang besar.

b. uretra pada perempuan, berukuran pendek (3,75cm) saluran ini membuka keluar tubuh melalui orifisium uretra eksternal yang terletak dalam vestibulum antara klitoris dan mulut vagina. Kelenjar uretra yang homolog dengan kelenjar prostat pada laki-laki, bermuara kedalam uretra

c. panjangnya uretra laki-laki cenderung menghambat invasi bakteri ke kandung kemih (sistitis) yang lebih sering terjadi pada perempuan.

5. Perkemihan (urinasi)
bergantung pada inervasi parasimpatis dan simpatis juga impuls saraf volunter. Pengeluaran urine membutuhkan kontraksi aktif otot destrusor
            bagian dari otot trigonum yang mengelilingi jalan keluar uretra berfungsi sebagai sfingter uretra internal yang menjaga saluran tetap tertutup otot ini diinervasi oleh neuron parasimpatis.
Sfingter uretra eksternal terbentuk dari serabut otot rangka dari otot perineal transversa yang berada dibawah kendali volunter. Bagian pubokoksigeus pada otot levator ani juga berkontribusi dalam pembentukan sfingter.

            Refleks perkemihan terjadi pada peregangan kanung kemih sampai sekitar 300 ml sampai 400ml urine menstimulasi reseptor peregang pada dinding kandung kemih.
a. impuls pada medulla spinalis dikirim ke otak dan menghasilkan impuls parasimpatis yang menjalar melalui saraf spanknik pelvis ke kandung kemih.
b. reflek perkemihan menyebabkan kontraksi otot detrusor: relaksasi sfingter internal dan eksternal mengakibatkan pengosongan kandung kemih.
c. pada laki-laki, serabut simpatis menginervasi jalan keluar uretra dan mengkonstriksi jalan tersebut untuk mencegah refluks semen kedalam kantung kemih saat orgasme.

Pencegahan refluks perkemihan melalui kendali volunter sfingter eksternal adalah respons yang dipelajari.
a. pencegahan volunter bergantung pada integritas saraf terhadap kandung kemih dan uretra, traktus yang keluar dari medulla spinalis menuju dan dari otak dan area motorik serebrum. Cedera pada lokasi ini dapat menyebabkan inkontinensia.
b. kendali volunter urinasi ("latihan toileting") adalah respons yang dapat dipelajari. Hal ini tidak dapat dilatih pada SSP yang imatur dan sebaiknya ditunda sampai paling tidak berusia 18bulan         

2. PEMBENTUKAN URINE
          Ginjal memproduksi urin yang mengandung zat sisa metabolic dan mengatur komposisi cairan tubuh melalui 3 proses utama : filtrasi glomerulus, reabsorps tubulus, dan sekresi tubulus.
a. filtrasi glomerulus adalah perpindahan cairan dan zat terlarut dari kapiler glomerular dalam gradient tekanan tertentu kedalam kapsul bowman filtrasi ini dibantu oleh factor-faktor sbb:
1. membrane kapiler glomerular lebih permeable dibandingkan kapiler lain dalam tubuh sehingga filtrasi berjalan dengan sangat cepat
   2. tekanan darah dalam kapiler glomerular lebih tinggi dibandingkan tekanan darah dalam kapiler lain karena diameter arteriol eferen lebih kecil dibandingkan diameter arteriol aferen .
b.  reabsorps tubulus sebagian besar filtrate (99%)secara selektif direabsorsi dalam tubulus ginjal melalui difusi pasif gradient kimia atau listrik, transport aktif terhadap gradient tsb, atau difusi terfasilitasi sekitar 85% natrium klorida dan air serta semua glukosa dan asam amino pada filtrate glomerulus diabsorsi dalam tubulus kontortus proksimal, walaupun reabsorsi berlangsung pada semua bagian nefron.
c. mekanisme sekresi tubulus adalah proses aktif yang memindahkan zat keluar dari darah dalam kapiler peritubular melewati sel-sel tubular menuju cairan tubular untuk dikeluarkan dalam urin. Sekresi tubular merupakan suatu mekanisme yang penting untuk mengeluarkan zat-zat kimia asing atau tidak di inginkan
           
3. KARAKTERISTIK URINE
a. Komposisi. Urine terdiri dari 95% air dan mengandung zat terlarut sbb:
1. zat buangan nitrogen meliputi urea dari deaminasi protein, asam urat pada katabolisme atau nukleat, dan kreatinin dari proses penguraian kreatin fosfat dalam jaringan otot.
2. asam hipurat adalah produk sampingan pencernaan sayuran dan buah
3. badan keton yang dihasilkan dalam metabolisme lemak adalah konstituen normal dalam jumlah kecil.
4. elekrolit meliputi ion natrium, klor, kalium, ammonium, sulfat, fosfat, kalsium dan magnesium.
5. hormon atau katabolit hormon ada secara normal dalam urine
6. berbagai jenis toksin atau zat kimia asing, pigmen, vitamin atau enzim secara normal ditemukan dalam jumlah kecil
7. konstituen abnormal meliputi albumin, glukosa, sel darah merah, sejumlah besar badan keton, zat kapur (terbentuk saat zat mengeras dalam tubulus dan dikeluarkan) dan batu ginjal atau kalkuli.

b. sifat fisik
1. warna urine encer berwarna kuning pucat, dan kuning pekat jika kental, urine segar biasanya jernih dan menjadi keruh jika didiamkan
2. bau urine mempunyai bau yang khas dan cenderung berbau ammonia jika didiamkan. Bau ini dapat berfariasi sesuai dengan diet; misalnya, setelah makan asparagus. Pada diabetes yang tidak terkontrol, aseton menghasilkan bau manis pada urine.
3. asiditasatau alkalinitas pH urine bervariasi antara 4,8 sampai 7,5 dan biasanya sekitar 6,0 tetapi juga tergantung pada diet, ingesti makanan yang berprotein tinggi akan meningkatkan asidita, sementara diet sayuran meningkat alkalinitas.
4. berat jenis urine berkisar antara 1,001 sampai 1,035 bergantung pada konsentrasi urin.

4. GANGGUAN SISTEM URINARIA
a. sistitis adalah inflamasi kandung kemih. Inflamasi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (biasanya eschericia coli) yang menyebar dari uretra atau karena respons alergik atau akibat iritasi mekanis pada kandung kemih. Gejalanya adalah sering berkemih dan nyeri (disuria) yang disertai darah dalam urine (hematuria)

b. glomerulonefritis adalah inflamasi nefron, terutama pada glomerulus
   1. glomerulonefritis akut seringkalim terjadi akibat respons imun terhadap toksin bakteri tertentu (kelompok streptokokus beta A)
   2. glomerulonefritis kronik tidak hanya merusak glomerulus tetapi juga tubulus inflamasi ini mungkin diakibatkan oleh infeksi streptokokus 

c. pielonefritis adalah inflamasi ginjal dan pelvis ginjal akibat infeksi bakteri, obstruksi traktus urinaria terjadi akibat pembesaran kelenjar kelenjar prostate batu ginjal atau defek congenital yang memicu terjadinya pielonefritis
d. batu ginjal (kalkuli urinaria) terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat atau sistein. Batu-batu kecil dapat mengalir bersama urine, batu yang lebih besar akan tersangkut dalam ureter dan menyebabkan rasa nyeri yang tajam (kolik ginjal) yang menyebar dari ginjal ke selangkangan.

e. gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Hal ini mengakibatkan terjadinya retensi garam, air, zat buangan nitrogen (urea dan kreatin) dan penurunan drastis volume urine(oliguria) melalui pengobatan terhadap kondisi penyebab gagal ginjal maka prognosisnya membaik. Gagal ginjal yang tidak diobati dapat mengakibatkan penghentian total fungsi ginjal dan kematian.
  1. gagal ginjal akut penyakit ini ditandai dengan oliguria mendadak yang diikuti dengan penghentian produksi urin(unuria) secara total
  2. gagal ginjal kronik adalah kondisi progesif parah karena penyakit yang mengakibatkan kerusakan parenkin ginjal

DAFTAR PUSTAKA
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta : EGC
B, Syaifuddin. 1992. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Jakarta : EGC
Faiz, Omar dan David Moffat. 2003. At a Glance Series Anatomi. Jakarta : Erlangga.